SITUASI (Kondisi Latar Belakang)
Pendidikan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga padapembentukan karakter, kecakapan hidup, dan kepedulian sosial peserta didik. SMP Negeri 1 Karas Magetan menginisiasi sebuah program inovatif bernama “GEMA CANTING” (Generasi Muda Cerdas, Aktif, dan Berjejaring melalui Seni Membatik). Program ini lahir dari kebutuhanuntuk menyelaraskan visi sekolah mencetak lulusan berkarakter luhur, berjiwa wirausaha, dan menjadi agen pelestarian budaya dengan evaluasi Rapor Pendidikan terkini. Program ini diinisiasi sebagai solusi atas rendahnya indikator Pengalaman Pelatihan PTK pada Rapor Pendidikan tahun 2025, sekaligus menyelaraskan potensi kearifan lokal Batik Ciprat Melinjo ANESSKA dengan isu kesehatan nasional pencegahan stunting pada remaja.TANTANGAN (Hambatan dan Target yang Harus Dicapai)
Dari situasi di atas, sekolah menghadapi beberapa tantangan utama yang harus diselesaikanmelalui program : Peningkatan Kompetensi Guru: Bagaimana memotivasi dan memfasilitasi guru agar aktif mengikuti pelatihan (termasuk PMM/Ruang GTK) untuk mendesain pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan seni batik dan isu stunting.Integrasi Kurikulum: Menggabungkan kearifan lokal (kerajinan batik) dengan isu kesehatan(Cegah Stunting – “Canting”) ke dalam satu kesatuan kurikulum atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang koheren. Pemberdayaan Ekonomi & Sosial: Membangun unit usaha sekolah yang nyata serta memberdayakan komunitas pengrajin lokal agar tercipta kolaborasi ekosistem belajar yang berdampak pada masyarakat sekitar.AKSI (Langkah-Langkah Implementasi Program)
Sebagai wujud kepemimpinan pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), saya selaku Kepala SMPN 1 Karas Magetan memprakarsai langkah strategis melalui rapat koordinasi dan pemetaan masalah bersama struktur sekolah, komite sekolah, Kepala Desa sekitar dan Dinas Koperasi KabupatenMagetan sebagai naungan sekolah dalam rangka membina kewirausahaan di SMPN 1 KarasMagetan. Berdasarkan perumusan solusi bersama, kami menyepakati peluncuran program inovasi GEMA CANTING (Generasi Muda Cerdas, Aktif, dan Berjejaring melalui Seni Membatik). Sebagai bentuk Aksi Nyata, sekolah membangun sinergi dan kolaborasi bersama Komite Sekolah, Kepala Desa sekitar serta Dinas Koperasi Kabupaten Magetan dengan menghadirkan pengrajin batik lokal Magetan sebagai Guest Teacher. Kolaborasi ini bertujuan memberikan bimbingan teknis dan transfer of knowledge secara profesional dalam mengembangkan Batik Ciprat Minjo ANESSKA. Melalui pendekatan terpadu ini, program tidak hanya mengasah kreativitas visual, melestarikan kearifan lokal, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa, melainkan juga mengusung misi sosial yang berdampak pada edukasi CANTING (Cegah Stunting) sejak dini guna mewujudkan lulusan yang berkarakter luhur, berbudaya, dan peduli kesehatan generasi. Selanjutnya SMPN 1 Karas Magetan melaksanakan aksi strategis melalui program GEMA CANTING (Generasi Muda Cerdas, Aktif, dan Berjejaring melalui Seni Membatik): Peningkatan Kapasitas PTK (Pelatihan Guru): Kepala sekolah dan tim manajemen mengadakan In-House Training (IHT) serta mendorong guru untuk menyelesaikan modul di Platform Merdeka Mengajar (Ruang GTK). Pelatihan difokuskan pada metode Project-Based Learning (PjBL) agar guru mampu membimbing siswa dalam proyek pembuatan Batik Ciprat Minjo ANESSKA sekaligus mengkampanyekan anti-stunting. Integrasi “CANTING” dalam Pembelajaran:Menggabungkan kearifan lokal (kerajinan batik) dengan isu kesehatan (Cegah Stunting – “Canting”) ke dalam satu kesatuan kurikulum atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang koheren, mengimplementasikan akronim “CANTING” (Cegah Stunting) ke dalam materi pembelajaran. Murid diajarkan mengenai gizi remaja, kesehatan reproduksi, dan bahaya stunting, yang kemudian diekspresikan melalui motif atau kampanye pada karya batik mereka. Sekolah bekerja sama dengan Puskesmas dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) SMPN 1 Karas Magetan sebagai guru tamu ( Guest Teacher) dalam Program Gema Canting Cegah Stanting. Kolaborasi dengan Pengrajin Lokal( Kolaborasi Guest Teacher) : Mengundang pengrajin batik lokal desa Pelem Karangrejo Magetan ke sekolah untuk memberikan bimbingan teknis dan transfer keterampilan secara profesional sebagai guru tamu (Guest Teacher). Hal ini tidak hanya memberdayakan komunitas pengrajin, tetapi juga memberikan transfer ilmu yang praktis dan profesional kepada murid.
Pembentukan Unit Usaha Sekolah: Mendirikan wadah kewirausahaan sekolah di mana karya Batik Ciprat Minjo ANESSKA hasil karya siswa dipasarkan. Siswa dilibatkan dalam proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran digital dan konvensional.
Pemberdayaan Ekonomi & Sosial: Membangun unit usaha sekolah yang nyata serta memberdayakan komunitas pengrajin lokal agar tercipta kolaborasi ekosistem belajar yang berdampak pada masyarakat sekitar.
Refleksi
Program GEMA CANTING membuktikan bahwa kelemahan pada Rapor Pendidikan dapat diubah menjadi titik tolak sebuah inovasi besar. Dengan mensinergikan peningkatan kompetensi guru, pelestarian budaya lokal, dan kampanye kesehatan Nasional, SMPN 1 Karas Magetan tidak hanya berhasil memperbaiki mutu pembelajaran di kelas, tetapi juga berhasil mencetak generasi muda yang cerdas, aktif, berjejaring, sehat, dan berjiwa wirausaha. Program ini sangat layak untuk dipertahankan, dikembangkan, dan direplikasi sebagai praktik baik (best practice) dalam dunia pendidikan
Program GEMA CANTING telah menunjukkan hasil yang positif, kolaborasi dengan Pengrajin Lokal sebagai guru tamu (Guest Teacher) yang memberikan bimbingan teknis dan transfer keterampilan secara profesional sangat berdampak signifikan. Hal ini tidak hanya memberdayakan komunitas pengrajin, tetapi juga memberikan transfer ilmu yang praktis dan profesional kepada siswa.
Oleh:
oleh Umiati, SPd., M.M_ SMP Negeri 1 Karas Magetan ( KS SMPN 1 KARAS MAGETAN )
