Pembinaan Kesiswaan: Mengais Prestasi nonakademik di balik Sebuah Keterbatasan

  Suatu sekolah tentu saja ingin mendapatkan penghargaan dari masyarakat dan menorehkan banyak prestasi. Prestasi tersebut bisa datang dari prestasi akademik maupun prestasi nonakademik. Keberhasilan sekolah berprestasi dalam kedua bidang itu, selain meningkatkan pamor sekolah juga akan menjadikan sekolah tersebut sekolah yang patut dibanggakan. Bahkan, sekolah tersebut akan menjadi sekolah tujuan tanpa harus susah-susah mendapatkan siswa seperti sekarang ini. Hal ini terbukti, bahwa sekolah yang mempunyai keunggulan tertentu akan mendapat animo yang baik dari masyarakat. Demikian juga dengan SMPN 1 Karas, mempunyai program-program pengembangan sekolah agar sekolah kita menjadi sekolah yang unggul dan bermutu. Sudah banyak yang dilakukan sekolah untuk mewujudkan hal tersebut, meskipun harus berhadapan dengan keterbatasan-keterbatasan. Akan tetapi, di balik keterbatasan tersebut sekolah kita nyatanya banyak menorehkan prestasi, terutama prestasi nonakademik. Mengapa demikian? Hal ini tidak terlepas dari Evaluasi Diri Sekolah (EDS) bahwa sekolah kita mempunyai potensi yang besar di bidang nonakademik bila dibandingkan dengan akademik. Berdasarkan hal tersebut, pembinaan kesiswaan dititikberatkan dalam bidang nonakademik, tanpa mengesampingkan prestasi akademik. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, tercatat sekolah kita mampu menorehkan 22 prestasi, baik tingkat kabupaten, provinsi, atau nasional. Bahkan, kegiatan pencak silat mampu berprestasi sampai tingkat asia. Mengembangkan program ektrakurikuler, bukan sesuatu yang mudah. Program ekstrakurikuler akan berhasil apabila didukung dengan program kerja yang baik, pendanaan yang memadahi, SDM yang mumpuni, dan daya dukung lingkungan. Apabila hal tersebut terjadi akan menghasilkan prestasi yang luar biasa. Dengan kondisi yang sangat terbatas saja, kita mampu berprestasi apalagi kalau daya dukungnya bisa dimaksimalkan. Sekolah kita mempunyai pembina-pembina ekstra yang mumpuni dengan semangat yang luar biasa. Para pembina di sekolah kita dengan motivasi dan dedikasi yang tinggi berusaha dengan maksimal membimbing peserta ekstra agar berprestasi. Bahkan, apabila tidak mampu sekolah kita tidak segan-segan mendatangkan pelatih dari luar agar prestasi meningkat, misalnya karate, drumband, silat, dan gulat. Program-program ektrakurikuler SMPN 1 Karas selama tahun 2018/2019 yang mampu eksis di tengah keterbatasan, diantaranya adalah:
  1. Pramuka
Kegiatan ini menjadi andalan di SMPN 1 Karas. Disamping didukung oleh peserta yang begitu antusias juga didukung oleh pembina-pembina yang sudah mahir dalam bidangnya. Hampir semua pembina Pramuka di sekolah kita sudah bersertifikat KMD dan KML. Kegiatan-kegiatan kepramukaan di sekolah kita berjalan dengan baik sesuai dengan program kerja yang sudah dibuat, misalnya penemrimaan tamu ambalan, safari camp, diklat DP, perkemahan besar, dan lain-lain. Sudah banyak prestasi yang ditorehkan ektra ini, misalnya juara-juara di LT tingkat karesidenan Madiun, Juara-juara di GSC (Galang Scout Competition), dan lain-lain.
  1. Drumband
Meski tergolong baru ektrakurikuler yang dikenal glamour dan mahal ini telah mampu membuktikan bahwa mereka eksis. Sudah beberapa kali ekstra ini mendapat kepercayaan mengisi acara-acara di tingkat kecamatan. Salah satu yang paling fenomenal adalah sudah beberapa kali mengiringi Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT RI. Regu korsik Drumband ANESSKA  telah membuktikan diri mampu. Hal ini bisa tercipta karena daya dukung sekolah yang tinggi dengan mendatangkan pelatih profesional dan pendanaan yang mencukupi. Sekolah sudah mengeluarkan banyak dana untuk membiayai ekstra ini. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh para pembina yang sangat disiplin dan bertanggung jawab dalam bidangnya. Pembina ekstra kurikuler ini antara lain Bapak Martono, Bapak Arif Kusdarminto, Ibu Ariyani, Ibu Agin, dan Ibu Hesti A.
  1. Karate
Ekstra Karate ini dilatih oleh beberapa Simpey dari INKAI yang sudah berlisensi. Kegiatan ini sudah mampu mencartat beberapa prestasi, misalnya Juara 1 Kata INKAI Cup, Juara 2 Bupati Cup, dan mampu menelorkan atlet bersabuk hitam (DAN 1). Kegiatan ini ternyata mendapat sambutan yang luas dari masyarakat, Hal ini terbukti banyaknya anak-anak SD di sekitar SMPN 1 Karas yang mengikuti kegiatan ini.
  1. PKS/PMR
Ekskul ini kebanyakan beranggotakan anak-anak yang tergabung dalam kepramukaan. Meski berbeda dalam substansi pembinaannya, tapi dasar-dasar kepramukaan diperlukan untuk menciptakan disiplin. Ekskul ini sudah beberapa kali mengikuti kegiatan Jumbara PMI dan sudah banyak prestasi yang diraih.
  1. Keagamaan
Ekstra ini antara lain hadrah dan baca Al Quran. Selain dua kegiatan tersebut ekskul keagamaan biasanya akan menyesuaikan jadwal-jadwal kegiatan kedinasan, terutama lomba-lomba. Dalam beberapa kali lomba PENTAS PAIS, sudah banyak prestasi yang diperoleh, misalnya Juara 1 Pidato Keislaman, Juara MHQ, MHQ, dan lain-lain.
  1. Sepak bola dan Futsal
Sekolah mempunyai potensi yang luar biasa untuk mengembangkan ekskul ini. Daya dukung fisik yang kuat dan kegemaran anak-anak akan sepakbola menjadikan sekolah kita cukup disegani. Sudah sejak lama sekolah kita menjadi pemasok pemain untuk klub-klub di Magetan. Meskipun tidak terlalu moncer, sekolah kita mampu beberapa kali berprestasi.
  1. Bola Volley
Bola Voley merupakan salah satu olah raga yang digemari di wilayah Karas. Hampir tiap tahun selalu ada kejuaraan bola volley. Tentu saja hal ini berdampak baik bagi sekolah kita. Sekolah kita menjadi wadah pembinaan bola volley yang sudah dirintis di desa dan dikembangkan di sekolah. Melalui sekolah anak-anak yang berprestasi dalam bidang volley dapat melanjutkan sekolah melalui jalur prestasi.
  1. Seni Tari, Seni Musik, dan Seni Rupa
Ketiga jenis ekstra ini selalu eksis dalam setiap kegiatan sekolah. Kegiatan terjadwal secara rutin dan lebih intensif saat akan ada acara-acara penting sekolah. Dibimbing oleh pembina-pembina yang handal ketiga ekskul ini banyak diminati anak-anak, terutama seni musik.
  1. Jurnalistik dan studi sastra
Ekstra ini telah membuktikan sebagai ekskul yang tetap konsisten karena mempunyai tanggung jawab untuk mengelola mading dan menerbitkan majalah Anesska. Melalui ekskul jurnalistik peserta dilatih untuk menulis, baik sastra maupun nonsastra. Sebagai hasilnya Majalah sekolah sudah eksis selama hampir 13 tahun. Sedangkan study sastra disiapkan untuk lomba-lomba sastra, misalnya cipta baca puisi, cipta cerpen, dll.
  1. Pencak silat
Meskipun olah raga ini tidak menjadi ekstra di sekolah, tetapi sekolah mewadahi dan memfasilitasi anak-anak untuk tetap eksis. Bahkan dari pencak silat nama sekolah kita menjadi terkenal karena prestasi yang ditorehkan oleh anak-anak. Yang paling fenomenal adalah prestasi Wingky Eka Putri yang menjadi maestro silat. Cewek yang merupakan warga SH Teratai ini telah menorehkan prestasi yang luar biasa. Dia adalah juara Bupati Cup 3 tahun berturut-turut, Juara Nasional, dan masih banyak lagi juara di berbagai event. Bahkan, gadis mungil ini pernah menduduki Juara 4 Asia di UNJ beberapa waktu yang lalu. Pada acara-acara tertentu sekolah juga menampilkan bermacam-macam aliran pencak yang diikuti anak-anak. Hal ini sebagai bentuk apresiasi sekolah untuk pencak silat. (Riev)  
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *